Abstrak karya ilmiah
Uji Perbandingan Efektivitas Penggunaan Bawang Putih (Allium sativum), Ketumbar (Coriandrum sativum), Dan Lengkuas (Alpinia galanga) Sebagai Pengawet Alami Tahu Ditinjau Dari Tingkat Kesukaan Dan Masa Simpan
Fayzi M. A. , Zhafira M. K. , Zahidah A, Rahmah Maryam Nur A.
Tahu merupakan makanan yang cukup digemari oleh Masyarakat Indonesia, karena selain rasanya yang enak, tahu memiliki harga yang relative murah serta mudah didapatkan. Tahu merupakan makanan yang terbuat dari endapan perasan kedelai yang memiliki kadar protein yang tinggi, kadar protein dalam tahu mencapai 30-45% dan kurang lebih 75% nya adalah air. Makanan dengan kandungan protein yang tinggi merupakan media yang disukai oleh mikroba untuk pertumbuhan. Kondisi ini menyebabkan tahu merupakan bahan yang mudah rusak dan tidak bertahan lama, karena semua bahan yang digunakan dalam keadaan mentah. Tahu hanya dapat bertahan satu sampai dua hari dalam kondisi normal, lebih dari waktu tersebut tahu akan mengalami perubahan secara rasa, warna, aroma, dan juga tekstur sehingga tidak layak untuk di konsumsi. Keterbatasan penyimpanan ini menimbulkan kerugian bagi para pedagang tahu, hal tersebut mendorong mereka untuk mencari solusi agar tahu dapat lebih awet tanpa menggunakan bahan kimia. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian pengawetan tahu dengan bahan alami. Pada penelitian kali ini, kami memakai tiga bahan yaitu Bawang putih, ketumbar,dan lengkuas yang kemudian dicampur dengan air mineral. Dari ketiga bahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bawang putih dapat mengawetkan tahu lebih lama dari lengkuas dan ketumbar. Dan pada survey uji rasa kepada 11 respon, bahan yang paling disukai adalah bawang putih, sedangkan bahan yang kurang disukai adalah lengkuas.
Kata kunci
Tahu, Pengawet, Bahan Alami, Bawang Putih, Ketumbar, Lengkuas